Suara-Sumut.id – Netflix merilis film dokumenter berjudul Skenario Sang Jenderal yang mengangkat kembali kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Perkara tersebut menjadi salah satu kasus hukum yang menyita perhatian publik di Indonesia pada 2022 karena melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo beserta sejumlah orang di lingkaran keluarganya.
Dokumenter Skenario Sang Jenderal tayang di Netflix mulai 18 September 2026. Film ini disutradarai Rob Sixsmith, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu sosok di balik dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso yang mengangkat perkara kopi sianida.

Skenario Sang Jenderal bercerita tentang apa?
Secara umum, Skenario Sang Jenderal membahas kembali rangkaian kasus kematian Brigadir J yang terjadi pada 8 Juli 2022. Saat itu, Yosua ditemukan meninggal dunia di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta.
Dokumenter tersebut tidak hanya menampilkan kembali pemberitaan mengenai perkara yang berlangsung empat tahun sebelumnya. Film ini juga menghadirkan sejumlah wawancara dan pandangan dari tokoh yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Film dibuka dengan arsip pemberitaan ketika kabar kematian Yosua pertama kali diketahui publik. Dokumenter kemudian menampilkan potongan suasana duka keluarga, termasuk tangisan Rosti Simanjuntak, ibu Brigadir J, di hadapan peti jenazah putranya.
Selain arsip pemberitaan, Skenario Sang Jenderal menghadirkan wawancara eksklusif dengan Rosti Simanjuntak. Dokumenter ini juga memasukkan pandangan sejumlah tokoh yang mengikuti perkembangan perkara, di antaranya pensiunan Kabareskrim Polri Ito Sumardi.
Nama Poengky Indarti juga muncul dalam dokumenter tersebut. Poengky merupakan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional yang saat itu dilibatkan dalam penanganan dugaan pelecehan terhadap Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.
Dokumenter juga menyisipkan rekaman wawancara lama Ferdy Sambo ketika dirinya masih aktif menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Rekaman tersebut menjadi bagian dari upaya film untuk memperlihatkan sosok Sambo sebelum dirinya terseret dalam perkara pembunuhan Brigadir J.
Awal mula kasus Brigadir J
Kasus yang diangkat dalam dokumenter bermula pada 8 Juli 2022. Brigadir J ditemukan tewas di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta.
Pada awal pengungkapan kasus, polisi menyampaikan narasi bahwa Yosua meninggal setelah terlibat baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E. Ketika itu, baku tembak disebut terjadi berkaitan dengan dugaan pelecehan terhadap Putri Candrawathi.
Narasi tersebut kemudian berubah setelah penyelidikan berkembang. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa tidak terjadi baku tembak seperti yang disampaikan dalam informasi awal.
Dalam perkembangan penyidikan, Ferdy Sambo disebut merekayasa cerita mengenai kematian Yosua. Cerita tentang baku tembak dibuat untuk menutupi pembunuhan berencana yang terjadi terhadap Brigadir J.
Selain persoalan narasi awal, penyidik juga mengungkap adanya upaya untuk menghilangkan barang bukti. Ferdy Sambo terbukti merusak CCTV di sekitar lokasi kejadian. Perusakan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pengungkapan perkara karena rekaman CCTV dinilai berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di sekitar lokasi.
Ferdy Sambo dan sejumlah orang dinyatakan terlibat
Perkara tersebut kemudian berkembang hingga menetapkan beberapa orang sebagai tersangka. Ferdy Sambo tidak menjadi satu-satunya orang yang diproses dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Istri Sambo, Putri Candrawathi, juga ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, terdapat Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, serta Kuat Ma’ruf yang merupakan asisten rumah tangga keluarga Sambo.
Perkara tersebut kemudian bergulir di pengadilan dan menghasilkan putusan terhadap masing-masing terdakwa. Proses hukum juga berlanjut hingga tingkat Mahkamah Agung.
Berdasarkan putusan Mahkamah Agung, Ferdy Sambo dijatuhi hukuman pidana penjara seumur hidup. Putusan tersebut membuat Sambo lolos dari hukuman mati yang sebelumnya dijatuhkan pada tingkat pengadilan sebelumnya.
Hukuman terhadap sejumlah terdakwa lainnya juga mengalami perubahan setelah proses hukum berlanjut. Putri Candrawathi yang sebelumnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara kemudian mendapat pengurangan menjadi 10 tahun penjara.
Sementara itu, hukuman Ricky Rizal dipangkas dari 13 tahun menjadi 8 tahun penjara. Kuat Ma’ruf yang sebelumnya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara juga mendapat pengurangan hukuman menjadi 10 tahun.
Richard Eliezer mendapat cuti bersyarat
Richard Eliezer atau Bharada E memiliki putusan yang berbeda dibandingkan terdakwa lainnya. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan atau 1,5 tahun penjara kepada Richard.
Richard kemudian mendapatkan cuti bersyarat pada 4 Agustus 2023. Setelah memperoleh status tersebut, status Richard berubah dari terpidana menjadi klien pemasyarakatan.
Perjalanan perkara Richard menjadi salah satu bagian dari rangkaian panjang kasus pembunuhan Brigadir J yang berlangsung sejak 2022. Kasus tersebut tidak hanya menjadi perhatian karena melibatkan pejabat kepolisian, tetapi juga karena adanya perubahan narasi dalam pengungkapan kematian Yosua.
Rob Sixsmith kembali mengangkat perkara hukum Indonesia
Di balik Skenario Sang Jenderal terdapat sutradara Rob Sixsmith. Ia sebelumnya juga terlibat dalam produksi dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, yang mengangkat kasus kematian Wayan Mirna Salihin dalam perkara kopi sianida.
Melalui Skenario Sang Jenderal, Sixsmith kembali menggunakan format dokumenter untuk merangkai sebuah perkara hukum yang sebelumnya menjadi perhatian luas masyarakat Indonesia.
Dokumenter ini memanfaatkan arsip pemberitaan, rekaman lama, serta wawancara dengan sejumlah pihak untuk menyusun kembali kronologi kasus Brigadir J. Kehadiran keluarga korban dan tokoh yang mengikuti proses penanganan perkara juga menjadi bagian dari narasi film.
Dengan demikian, Skenario Sang Jenderal bukan merupakan film fiksi mengenai kasus Ferdy Sambo, melainkan dokumenter yang mengulas kembali perkara pembunuhan Brigadir J dan proses pengungkapannya.
Netflix mulai menayangkan Skenario Sang Jenderal pada 18 September 2026. Film dokumenter tersebut menjadi salah satu karya yang kembali membawa kasus Brigadir J ke perhatian publik melalui medium dokumenter, dengan menampilkan kembali rangkaian peristiwa sejak kematian Yosua, perubahan narasi kasus, proses penyidikan, hingga putusan terhadap para terdakwa.




