FinanceBisnisSmartphoneTekno

Cara Membuat Katalog Produk di WhatsApp Business dan Tips agar Menarik

15
×

Cara Membuat Katalog Produk di WhatsApp Business dan Tips agar Menarik

Share this article
Cara Membuat Katalog Produk di WhatsApp Business

Suara-Sumut.id –Kalau bisnis kamu mengandalkan WhatsApp untuk melayani pelanggan, ada satu fitur yang sayang banget kalau dilewatkan, yaitu katalog produk. Dengan katalog, calon pembeli bisa melihat produk, foto, harga, dan informasi singkat tanpa harus bertanya satu per satu lewat chat.

Fitur ini tersedia di WhatsApp Business dan cukup membantu terutama untuk usaha kecil, toko online, reseller, kuliner, jasa, sampai bisnis rumahan. Selain membuat tampilan bisnis terlihat lebih rapi, katalog produk juga bisa mempercepat proses pelanggan saat memilih barang.

Menariknya lagi, cara membuat katalog produk di WhatsApp Business tidak terlalu sulit. Kamu tidak harus punya website atau toko online sendiri untuk mulai menampilkan daftar produk. Cukup siapkan foto, nama produk, harga, dan informasi yang dibutuhkan pelanggan. Cara Membuat Katalog Produk di WhatsApp Business

Apa Itu Katalog Produk di WhatsApp Business?

Katalog produk adalah fitur di WhatsApp Business yang memungkinkan pemilik usaha menampilkan produk atau layanan langsung di profil bisnis WhatsApp. Pelanggan dapat membuka katalog untuk melihat berbagai produk yang tersedia.

Anggap saja katalog ini seperti etalase digital sederhana. Bedanya, etalase tersebut berada langsung di aplikasi yang memang sering digunakan pelanggan untuk berkomunikasi dengan bisnis.

Produk di dalam katalog dapat dilengkapi dengan foto, nama, harga, deskripsi, dan informasi lain yang relevan. Dengan begitu, pelanggan bisa mendapatkan gambaran awal sebelum melanjutkan percakapan dengan penjual.

Kenapa Katalog Produk Penting untuk Bisnis?

Banyak pemilik usaha masih mengandalkan cara lama dengan mengirim foto produk satu per satu kepada calon pelanggan. Cara ini memang bisa dilakukan, tetapi akan terasa merepotkan ketika jumlah produk sudah banyak.

Dengan katalog produk, informasi barang bisa disusun dalam satu tempat. Pelanggan tidak perlu menunggu penjual mengirimkan foto dan harga secara manual.

  • Lebih praktis: pelanggan dapat melihat beberapa produk sekaligus.
  • Tampilan lebih profesional: bisnis terlihat lebih tertata.
  • Menghemat waktu: penjual tidak perlu mengirim foto produk berulang kali.
  • Memudahkan promosi: produk tertentu bisa dibagikan langsung melalui chat.
  • Membantu pelanggan memilih: informasi produk sudah tersedia sebelum mereka bertanya.

Persiapan Sebelum Membuat Katalog Produk

Sebelum masuk ke langkah teknis, sebaiknya siapkan semua informasi produk terlebih dahulu. Hal ini akan membuat proses memasukkan produk ke katalog menjadi lebih cepat.

  • Foto produk yang jelas dan tidak buram.
  • Nama produk yang mudah dipahami.
  • Harga produk terbaru.
  • Deskripsi singkat.
  • Variasi produk jika ada.
  • Ukuran, berat, warna, atau spesifikasi penting.
  • Informasi stok jika diperlukan.
Baca Juga  Menag Pastikan Madrasah Negeri Masuk Rencana Sekolah Gratis Pemerintah

Kalau produknya cukup banyak, kamu juga bisa membuat daftar sederhana di spreadsheet terlebih dahulu. Misalnya, pisahkan kolom nama produk, harga, kategori, dan deskripsi. Dengan cara ini, pengelolaan katalog akan lebih teratur.

Cara Membuat Katalog Produk di WhatsApp Business

Setelah semua bahan siap, sekarang masuk ke bagian yang paling penting. Berikut langkah umum cara membuat katalog produk di WhatsApp Business.

Buka WhatsApp Business

Pertama, buka aplikasi WhatsApp Business yang digunakan untuk mengelola nomor bisnis kamu. Pastikan aplikasinya sudah diperbarui agar fitur yang tersedia sesuai dengan versi terbaru.

Setelah masuk, cari menu yang berhubungan dengan fitur bisnis atau katalog. Nama dan posisi menu dapat berbeda tergantung versi aplikasi dan perangkat yang digunakan.

Masuk ke Menu Katalog

Pilih menu Katalog pada bagian fitur bisnis. Jika sebelumnya belum pernah membuat katalog, biasanya kamu akan melihat opsi untuk menambahkan produk atau layanan baru.

Tekan pilihan untuk menambahkan produk. Setelah itu, kamu bisa mulai memasukkan informasi barang yang ingin ditampilkan kepada pelanggan.

Tambahkan Foto Produk

Foto menjadi salah satu bagian paling penting dalam katalog. Pelanggan biasanya akan melihat gambar terlebih dahulu sebelum membaca deskripsi.

Gunakan foto yang terang, tidak blur, dan memperlihatkan produk dengan jelas. Kalau memungkinkan, gunakan latar belakang yang sederhana supaya perhatian pelanggan tetap tertuju pada produk.

Hindari memasukkan terlalu banyak tulisan ke dalam foto. Harga dan informasi detail sebaiknya juga ditulis pada bagian informasi produk agar lebih mudah dibaca.

Masukkan Nama dan Harga Produk

Berikutnya masukkan nama produk. Buat nama yang singkat tetapi spesifik. Jangan hanya menggunakan nama seperti “Produk A” atau “Barang Baru” karena pelanggan akan kesulitan memahami apa yang dijual.

Untuk harga, masukkan harga yang benar-benar berlaku. Kalau harga dapat berubah berdasarkan ukuran atau varian, jelaskan mekanismenya pada deskripsi agar tidak menimbulkan salah paham.

Tulis Deskripsi Produk

Deskripsi tidak perlu panjang. Yang penting, informasi yang diberikan bisa membantu pelanggan memahami produk.

Misalnya, jika kamu menjual pakaian, deskripsi dapat berisi bahan, ukuran, warna, dan cara perawatan. Kalau menjual makanan, bisa mencantumkan ukuran porsi, varian rasa, bahan utama, atau informasi pemesanan.

Gunakan bahasa yang sederhana dan langsung ke poin. Hindari deskripsi yang terlalu penuh dengan istilah teknis jika target pelanggan adalah masyarakat umum.

Simpan Produk

Setelah foto, nama, harga, dan deskripsi sudah benar, simpan produk tersebut. Produk biasanya akan masuk ke katalog setelah melalui proses pemrosesan atau peninjauan sesuai sistem WhatsApp.

Ulangi langkah yang sama untuk produk lainnya. Kalau jumlah barang cukup banyak, sebaiknya masukkan produk secara bertahap agar lebih mudah mengecek apakah semua informasi sudah benar.

Contoh Informasi Katalog yang Rapi

Produk Harga Informasi Tips Deskripsi
Kaos Basic Rp75.000 Katun, ukuran S-XXL Jelaskan bahan dan pilihan ukuran
Kopi Arabika Rp55.000 Kemasan 200 gram Cantumkan karakter rasa dan ukuran
Hampers Rp150.000 Isi sesuai paket Jelaskan isi paket dengan jelas

Contoh di atas bukan format yang harus disalin persis. Intinya, setiap produk sebaiknya memberikan informasi yang cukup agar pelanggan tidak perlu bertanya hal-hal dasar melalui chat.

Baca Juga  Uang Rupiah dengan Tanda Tangan Perry dan Purbaya Jadi Buruan, Ini Penjelasan BI

Tips Membuat Foto Produk untuk Katalog

Katalog yang bagus bukan cuma soal memasukkan banyak produk. Kualitas visual juga sangat berpengaruh terhadap kesan pertama pelanggan.

  • Gunakan pencahayaan yang cukup.
  • Pastikan produk terlihat jelas.
  • Gunakan latar belakang yang tidak terlalu ramai.
  • Ambil foto dari sudut yang menunjukkan bentuk produk.
  • Gunakan ukuran dan gaya foto yang konsisten.
  • Hindari foto yang terlalu gelap atau pecah.

Kamu tidak harus menggunakan kamera profesional. Untuk banyak bisnis kecil, kamera smartphone sudah cukup selama pencahayaan dan komposisinya baik.

Cara Menulis Deskripsi Produk yang Menarik

Deskripsi produk sebaiknya menjawab pertanyaan dasar yang kemungkinan muncul di kepala pelanggan. Misalnya, produk ini apa, cocok untuk siapa, ukurannya berapa, bahannya apa, dan apa yang membedakannya dari produk lain.

Daripada menulis “produk berkualitas bagus”, lebih baik berikan informasi yang konkret. Contohnya, sebutkan jenis bahan, ukuran, kapasitas, fitur, isi paket, atau manfaat yang memang dapat dibuktikan.

Dengan begitu, pelanggan mendapatkan informasi yang lebih berguna dan tidak merasa hanya membaca kalimat promosi.

Kelompokkan Produk agar Katalog Tidak Berantakan

Kalau bisnis memiliki banyak produk, katalog bisa terlihat penuh. Karena itu, pengelompokan produk menjadi penting.

Misalnya toko pakaian dapat memisahkan produk berdasarkan kategori seperti kaos, celana, jaket, dan aksesori. Bisnis makanan bisa mengelompokkan menu menjadi makanan utama, minuman, camilan, dan paket hemat.

Pengelompokan membuat pelanggan lebih mudah menemukan barang yang mereka cari. Selain itu, kamu juga akan lebih mudah memperbarui katalog ketika ada produk baru.

Jangan Lupa Memperbarui Katalog Produk

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah membuat katalog sekali lalu dibiarkan begitu saja. Padahal harga, stok, varian, dan produk yang tersedia bisa berubah.

Cobalah melakukan pengecekan katalog secara berkala. Jika sebuah produk sudah tidak dijual, hapus atau sembunyikan sesuai fitur yang tersedia. Jika harga berubah, segera perbarui informasinya.

Katalog yang selalu diperbarui akan mengurangi risiko pelanggan menemukan informasi yang sudah tidak sesuai.

Manfaatkan Katalog untuk Membalas Chat Pelanggan

Katalog akan terasa lebih berguna kalau tidak hanya dibiarkan menjadi etalase. Kamu bisa menggunakannya ketika sedang melayani pelanggan.

Misalnya ada pelanggan bertanya tentang pilihan tas. Daripada mengirim banyak foto satu per satu, kamu bisa mengarahkan pelanggan untuk melihat produk yang sudah tersedia di katalog atau membagikan produk tertentu melalui chat.

Cara ini membuat percakapan lebih ringkas. Pelanggan juga bisa melihat informasi produk tanpa harus menggulir terlalu jauh dalam percakapan lama.

Tips agar Katalog Lebih Menjual

Setelah memahami cara membuat katalog produk di WhatsApp Business, langkah berikutnya adalah membuat katalog tersebut benar-benar membantu penjualan.

  • Gunakan foto terbaik untuk produk unggulan. Produk yang paling laris sebaiknya memiliki foto yang paling menarik.
  • Gunakan nama produk yang mudah dicari. Hindari nama yang terlalu kreatif tetapi tidak menjelaskan barang.
  • Tulis manfaat dengan wajar. Jelaskan keunggulan yang memang dimiliki produk.
  • Pastikan harga mudah dipahami. Kalau ada perbedaan harga berdasarkan ukuran atau varian, jelaskan.
  • Perbarui produk secara rutin. Jangan biarkan katalog berisi informasi lama.
  • Gunakan katalog sebagai bagian dari layanan pelanggan. Arahkan pelanggan ke produk yang relevan ketika mereka bertanya.
Baca Juga  SpaceXAI Rilis Grok 4.7, Bisa Kerjakan Coding Kompleks Berjam-jam

Apakah Semua Produk Harus Dimasukkan ke Katalog?

Tidak harus. Kalau produk kamu sangat banyak, pilih barang yang memang paling relevan atau paling sering ditanyakan pelanggan terlebih dahulu.

Misalnya kamu memiliki ratusan varian barang, tetapi hanya 30 produk yang paling banyak dicari. Kamu bisa memulai dari produk-produk tersebut. Setelah sistem pengelolaan katalog sudah rapi, barulah menambahkan produk lainnya secara bertahap.

Katalog Produk Cocok untuk Bisnis Apa Saja?

Pada dasarnya, fitur katalog dapat membantu berbagai jenis bisnis yang menawarkan produk atau layanan yang bisa dijelaskan secara sederhana.

  • Toko pakaian dan fashion.
  • Bisnis makanan dan minuman.
  • Reseller dan dropshipper.
  • Toko kosmetik dan perawatan.
  • Toko elektronik dan aksesori.
  • Bisnis kerajinan tangan.
  • Usaha rumahan.
  • Bisnis hampers dan hadiah.
  • Penyedia jasa tertentu.

Bahkan kalau kamu baru menjalankan usaha kecil dari rumah, membuat katalog sejak awal bisa membantu bisnis terlihat lebih profesional.

FAQ Seputar Katalog Produk WhatsApp Business

Apakah membuat katalog produk di WhatsApp Business gratis?

Fitur katalog merupakan salah satu fitur bisnis yang tersedia di WhatsApp Business. Namun, biaya lain seperti internet, produksi foto, pengiriman, atau kebutuhan operasional bisnis tetap perlu diperhitungkan secara terpisah.

Apakah pelanggan harus menyimpan nomor WhatsApp untuk melihat katalog?

Ketentuan dan pengalaman penggunaan dapat bergantung pada versi aplikasi serta cara katalog dibagikan. Karena itu, sebaiknya uji katalog dari akun lain sebelum menggunakannya sebagai bagian utama dari promosi.

Berapa banyak produk yang sebaiknya dimasukkan?

Tidak ada keharusan untuk langsung memasukkan semua produk. Mulailah dari produk unggulan, produk yang paling sering ditanyakan, atau barang yang paling mudah dibeli pelanggan.

Apakah katalog bisa digunakan untuk jasa?

Bisa dimanfaatkan untuk menampilkan layanan, selama informasi layanan dapat dijelaskan dengan jelas. Misalnya jasa fotografi, paket desain, layanan perawatan, atau paket konsultasi tertentu.

Apakah katalog menggantikan toko online?

Tidak harus. Katalog lebih tepat dianggap sebagai etalase sederhana yang membantu pelanggan melihat produk langsung melalui WhatsApp. Untuk bisnis yang sudah besar, website atau toko online tetap dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi dan pengelolaan yang lebih lengkap.

Pentingnya Membuat Katalog Produk di WA

Cara membuat katalog produk di WhatsApp Business sebenarnya cukup sederhana. Kamu hanya perlu menyiapkan foto yang bagus, nama produk yang jelas, harga yang benar, serta deskripsi yang membantu pelanggan memahami barang atau layanan yang ditawarkan.

Yang paling penting bukan sekadar memiliki katalog, tetapi memastikan isinya selalu rapi dan relevan. Perbarui harga, stok, foto, dan informasi produk secara berkala. Dengan begitu, katalog produk bisa menjadi etalase digital yang membantu pelanggan memilih barang sekaligus menghemat waktu kamu saat melayani chat.

Kalau bisnis kamu masih kecil, tidak perlu menunggu sampai punya banyak produk untuk mulai menggunakan katalog. Mulai saja dari beberapa produk unggulan, rapikan informasinya, lalu kembangkan secara bertahap seiring bisnis bertumbuh. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *